Hujan Deras Membawa Hikmah


      Pak Anas adalah seorang yang kesehariannya sebagai guru. suatu Minggu pagi , dia bersama anaknya mencuci mobil di halaman rumah. dengan penuh kegembiraan mereka mencuci mobil kesayangan mereka, mobil yang sudah cukup lama menyertai keluarga mereka. Dengan mobil itulah seluruh aktivitas keluarga dapat diselesaikan dengan baik. Setiap pagi mobil itu bergerak gesit mengantar anak-anaknya sekolah. kemudian ia pun pergi mengajar dengan mobil tersebut, ketika sang istri minta diantar untuk berbelanja di pasar, mobil itu pula yang menyertainya. Kondisi semacam itu berjalan sekitar sepuluh tahun lamanya.
     Cukup lama rasanya Pak Anas tidak ganti mobil, Pendapatannya sebagai guru memang cukup untuk kebutuhan keseharian. Sampai dengan saat itu ia belum bisa mengganti mobilnya dengan mobil yang lebih bagus.
     Ketika pak Anas mencuci mobil dihari Minggu itu, berulang kali pak Anas disapa oleh para tetangga yang membawa mobil keluar masuk kampung tempat mereka tinggal. Kebetulan mobil-mobil tetangga itu lebih baru dan lebih bagus dari mobil pak Anas. Ketika pak Anas membersikan bagian ban mobil, saat itu pula mobil tetangga sebelah lewat di rumah pak Anas, mobil itu berjalan pelan hampir berhenti didepan rumah pak Anas.
"..Pak Anas, mari yaa... saya ada keperluan mau keluar kota.." Demikian antara pak Jafar manyapa pak Anas, sambil ia membelokkan mobil kearah jalan besar.
",,Oh iya pak Jafar, silahkan pak.... selamat jalan dan hati-hati di jalan.." sahut pak Anas.

     Tanpa terasa pandangan pak Anas tertuju pada ban mobil pak Jafar yang masih baru itu. Tiba-tiba pak Anas menarik napas panjang sambil mengeluh pada diri sendiri.
".. Ah kapan ya, saya bisa mengganti ban mobil yang sudah tak layak pakai ini..?" gumamnya sambil membersihkan ban mobil yang memang sudah waktunya harus diganti.
     Ketika pak anas membersihkan bagian belakang mobilnya, kembali ia mengeluh, "kapan lagi saya bisa memperbaiki bodi belakang ini.?" kata pak Anas, sambil tetap membersihkan bagian belakang mobil yang memang sudah rusak akibat empat bulan lalu, akibat menyerempet tembok garasi, ketika dipinjam famili.
     Ketika pak Anas masuk kedalam mobil untuk membersihkan bagian dalam, kembali ia mengeluh. Jok mobilnya sudah lama tak diganti,sampai ada yang sudah robek. warnanya nenabg sudah agak memudar sehingga kelihatan kotor. Ketika pak Anas mau menyetel radio tapenya juga sudah lama belum diperbaiki.
     Saat pak Anas melamun sedih dan nelangsa, akibat memikirkan kondisi mobilnya, tiba-tiba hujan deras mengguyur dengan lebat. Bahkan, beberapa kali suara gemuruh menggelegar. Lamunan pak Anas pun hilang seketika itu juga. Dengan terburu-buru ia menutup pintu mobil rapat-rapat. Selanjutnya pak Anas berlindung di dalam mobil sambil menunggu redanya hujan angin yang begiru mengkhawatirkan hati itu.
     Ketika didalam mobil tiba-tiba terlihat melintas dua orang, laki-laki dan perempuan setengah baya. mereka naik sepeda motor butut. Saat itu mereka cepat-cepat berhenti. Sambil tergopoh-gopoh dengan raut muka tampak pucat karena kedinginan. Mereka berusaha berlindung dibawah pohon yang terletak diseberang rumah pak Anas dari derasnya hujan angin tersebut. Wajah mereka tampak kusut, bajunya basah kuyup, kedua tangannya menggigil bersedekap di depan dada.
     Namun yang membuat pak Anas agak terhenyak adalah ternyata mereka membawa anak kecil berumur sekitar tiga tahunan. Mungkin saja anak kecil itu buah hati mereka. Saat berhenti itu anak tersebut digendong yang perempuan.
     Melihat 'adegan' spintan itu, pak Anas merenung. Ia pandangi mobilnya, ia pandangi lagi pengendara yang berhenti tak jauh dari rumahnya itu. Kemudian ia pandangi lagi mobilnya... tiba-tiba saja mata pak Anas tanpa terasa berkaca-kaca.. Napasnya agak memburu menutupi rasa emosi.
Ah, betapa malunya ia kepada diri sendiri, Baru saja ia mengeluh dengan berbagai persoalan tentang kondisi mobilnya. Tiba-tiba saja ada orang yang kedinginan, mncari perlindungan dari derasnya air hujan dengan kondisi yang cukup membuat hatinya iba.
     Tanpa terasa pak Anas melayangkan pandangan ke atap mobil yang masih kokoh dan kuat untuk melindungi dirinya dan anak istri dari derasnya hujan. Setelah itu ia memandangi pintu-pintu mobil yang masih bagus dan bisa melindunginya dari dinginnya udara. Tidak terasa ia melihat ada beberapa potong kue diantara jok mobil, juga ada air mineral di botol kecil yang selalu tersedia di dalam mobil untuk minuman mereka sewaktu-waktu dibutuhkan. Bahkan, di pojok kursi belakang ada sebuah bantal yang sering dibawa kemana-mana untuk melepas lelah dan kantuk bila keluarga pak Anas pergi ke luar kota..
     Ah, betapa banyaknya keluarga pak Anas berutang budi pada mobil itu. Betapa nyamannya mobil mereka . bertahun-tahun mereka berhasil melakukan aktivitas kerena jasa mobil itu.
sambil mengusap sedikit air yang meleleh di sudut matanya. pak Anas pun bangkit dari lamunan.           Tiba-tiba hujan deras itu reda . Bersamaan dengan selesainya lamunan pak Anas yang masih duduk terpaku di dalam mobilnya.
Satu kata yang terdengar dari mulut pak Anas... Alhamdulillah..

Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu diantara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat) [QS; Al Furqan :50]

     Para pembaca, ketika kita membaca kisah diatas, saya yakin, dengan kondisi skala yang sama berbeda, kita pernah mengalami hal yang sama. Kita pernah mengeluh dengan keadaan kita. Tetapi, kalau kita mau membandingkan kondisi kita dengan orang yang lebih sengsara dari keaadaan kita, Insya Allah kita mampu mengucapkan Alhamdulillah..
     Untuk itu, marilah kita lebih banyak bersyukur kepada Allah tentang segala yang ia berikan kepada kita, entah itu menurut kita buruk, namun belum tentu buruk bagi Allah,, dan pelajarilah hikmah dari berbagai kejadian-kejadian yang pernah anda alami dan jadikanlah pelajaran untuk bisa lebih baik lagi.

Terima Kasih atas Kunjungannya Kritik dan Saran anda sangat diperlukan untuk membangun blog ini, Silahkan Lampirkan di kotak Komentar atau di "Kontak Person". :)
Reactions:

1 comment: