IMM 54th, Meneguhkan Identitas !!!,.


Tiap organisasi punya perjalanan sejarah masing-masing, yang mana tiap keberlangsungan dan keberlanjutan nya mengajarkan bahwa Hidup Mati nya suatu organisasi di tentukan dari seberapa Jelas dan Tepatnya Identitas yang dimiliki nya. Ketika Identitas yang dimiliki tampak kabur dan sekedar ada, maka "Raison De'Etre" suatu organisasi akan terus di persoalkan, yakni seberapa mampu suatu organisasi menjawab kebutuhan dan tantangan zaman nya.

Identitas atau kepribadian di tiap organisasi tentu berbeda, karena keberadaan identitas selalu beriringan dengan faktor dari kelahirannya. Sebagaimana Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam kelahirannya yang menuai banyak dinamika, baik itu secara intern maupun ekstern, baik dalam lingkup masyarakat/ummat, maupun masyarakat ilmiah/mahasiswa. Olehnya itu, IMM dalam perkembangannya terus merumuskan Identitasnya yang tentunya mengacu kepada asas nya, yakni sebagai ummat beragama, kaum terpelajar/mahasiswa, dan sosial masyarakat.

IMM sebagai bagian dari muhammadiyah yang bercitakan masyarakat islam yg sebenar-benarnya, tentunya memiliki dimensi yg inheren sebagai organisasi kader, sebagaimana tujuan imm yakni akademisi islam yang berakhlak mulia yan9g tak lepas dari cita muhammadiyah. Sebagai organisasi kader, maka IMM Tidaklah sampai dimana kita hanya menyetujui aturannya atau sekedar ikut pengaderan (DAD) lalu menyatakan diri sebagai Kader IMM, tapi IMM sebagai organisasi kader berarti Turut Aktif bersedia dan mendukung cita-cita, program organisasi, serta melaksanakan konsolidasi, kaderisasi, dan kristalisasi sesuai tuntunan-tuntunannya yang tertuju pada pembangunan kehidupan beragama, berbangsa, dan bermasyarakat.

Menjadi Kader bukanlah hal yang instan, namun telah menuai berbagai proses dan dinamika. Menampakkan diri dan memperteguh identitas yang tertuju pada gerakan dakwah islam (amar ma'ruf nahi mungkar). Paduan Iman dan Ilmu serta akhlak menjadikan Keberadaan kader mahasiswa muhammadiyah di level kampus dapat menjadi pencerah bagi lainnya, olehnya itu Kader Mahasiswa Muhammadiyah tentunya telah Tertib dalam Ibadahnya, Tekun dalam Studinya, dan pengamalan ilmunya senantiasa Lillahi ta'ala. Selain itu, di level kepemimpinan pun juga nampak cirinya, mengusahakan bukan menghalalkan.

IMM 54 tahun dari di deklarasikannya secara resmi lahir di Indonesia, usia emas dalam perkembangan organisasi. Periodesasi kepemimpinan yang silih berganti. Rumusan kebijakan, arah Perjuangan, Identitas Gerakan telah diterjemahkan dalam berbagai level kaderisasi dan permusyawaratan. Sehingga IMM secara konseptual telah sampai dalam ke Paripurnaannya,. Spritualitas, intelektualitas, dan humanitas adalah trilogi yg telah melekat erat dalam ingatan tiap kader, yang teraktualisasikan dengan lisan-lisannya. Namun, ketika memperbandingkan dengan kondisi keagamaan, kemahasiswaan dan kemasyarakatan saat ini, terdapat dis-integrasi terhadap ke paripurnaan tersebut. Itulah Krisis Identitas Kader, sehingga dibutuhkan reformulasi baru dalam meneguhkan kembali Identitas jati diri kader, dalam menjawab tantangan zaman yang serba instan, era digital saat ini.

Niat Telah kita Ikrarkan, Kitalah Cendekiawan Berpribadi, Susila cakap takwa kepada Allah, Pewaris Tampuk Pimpinan Ummat. Fastabiqul Khaerat.

Andi Zulfitra M  (Sekum PC IMM Kota Makassar)
Makassar, 14 Maret 2018
Reactions:

0 comments:

Post a Comment