Benarkah Takdir Membawa ku pada mu ?,.

    Takdir memang begitu lucu, kadang mempermainkan hidup dan cinta sekehendak nya,. Perkenalan dengan mu yang mengukir rasa, juga perpisahan dengan mu yang menyisihkan harapan, seakan mustahil untuk bersama., Hingga tahun kemarin aku menemukan jalan untuk bisa bersama mu, seperti doa yang selalu ku ucapkan "Semoga takdir membawa kita bersama".

    Takdir memang lucu, sudah setahun lebih rasanya sejak aku pertama kali mengucapkan salam di kolom percakapan mu, meminta nomor wa mu, dan ku komentari status-status mu, demi untuk menghidupkan kolom percakapan kita, dan atau sekadar ingin tahu tentang mu, yang dengan itu ku kirimkan kode-kode rahasia ku, kuharap kamu mengerti akan niat baik ku terhadapmu.

    Masih kah kamu ingat awal pertemuan kita?, Tiga tahun lalu, April 2018. Saat itu aku menyerukan kepadamu dan teman2 mu untuk menusukan sebuah jarum di jari,!., Mengambil janji untuk bersumpah taat pada Ikatan Muhammadiyah. Waktu itu aku ingat betul, kamu menangis saat tetesan darah mengalir di jari mu, membuat ku sontak terkaget dan merasa bersalah terhadap mu. dan di saat yang sama, ku perhatikan dirimu, "wajah polos nan anggun",. Aku bertanya kepadamu, kenapa kamu menangis?, Kamu pun menjawab bahwa bukan sakitnya jarum yang membuat mu menangis, tapi perjuangan dalam berikatan yang membuat mu terharu, hingga polosnya wajah mu basah dengan air mata.

    Mendengar jawaban mu, hati ku bergetar, kamu memberikan kesan terbaik selama aku mengkader puluhan mahasiswa. Kamu yang Terbaik dan karena mu aku Tertarik. Kamu IMMawati yang sangat berkesan selama perjalanan ku berikatan., yang memberi ku pengharapan, akankah kita dapat dipertemukan lagi dan dapatkah kita bersama dikemudian hari???., Namun aku berpikir disini aku tidak akan lama, Terpisah kan jarak dan tanpa saling komunikasi adalah hal mustahil pengharapan ku itu terwujud. Aku pasrah akan perpisahan.

"Perkenalan dengan mu mengukir Rasa, Perpisahan dengan mu menyisihkan Harapan".

Benarkah Takdir akan membawa ku padamu?.,

-----------------##-----------------

Aku Percaya Takdir,

    Terselesaikannya amanah ikatan, disusul dua bulan berikutnya amanah akademik. Aku mengikuti Passion ku untuk menjadi Wirausahawan., Aku bekerja dan belajar berwirausaha di perusahaan (Percetakan) milik kakak. Tak ada niatan untuk menjadi PNS, apalagi  seorang Guru, (pikirku dulu bgitu).

    Hingga jelang setengah tahun bekerja, saat hari-hari tidak se-produktif dulu saat ngurus-ngurus ikatan. Aku bosan, dan aku berhenti bekerja di perusahaan kakak. Aku mencoba tantangan baru yaitu merintis usahaku sendiri. Memulai usaha baru rupa nya tak semudah membalikkan telapak tangan, mendapatkan konsumen juga membutuhkan kesabaran ekstra. Usahaku tidak berjalan seperti yang ku harapkan.

    Sampai suatu ketika aku mendapatkan informasi tentang terbukanya pendaftaran CPNS. dan saat yang sama juga, usaha yang ku rintis benar-benar mandek, dan mengakibatkan tidak jelasnya pekerjaan ku saat itu. kadang aku kebingungan ketika orang-orang bertanya, apa pekerjaan mu???,. tak tahu harus ku jawab apa, hingga aku terpikir untuk mendaftar CPNS, sebagai ajang coba-coba, dan setidaknya aku ada jawaban ketika ditanya, "bahwa aku sedang mendaftar CPNS".

    Tahap awal pendaftaran merupakan faktor penentu nasib., Ku seriusi hal tersebut dan ku gali informasi tentang lokasi-lokasi yang sedikit peminatnya, karena aku tak ingin bersaing dengan siapapun.

    Aku Tak Ingin Bersaing, pikirku. ku cari tempat terpencil yang kemungkinan nya orang-orang tidak daftar disana. Awalnya ku rencanakan di Kab. Muna, Sulawesi Tenggara. Sebuah pulau terbawah dari provinsi Sultra, aku siap mendaftar disana. Ku telusuri informasi nya lebih rinci, ternyata pendaftaran disana cukup ribet, dibutuhkan berkas hardfile untuk dikirim lewat pos, dan tentu itu membutuhkan waktu yang lama sedang pendaftaran sudah hampir berakhir., akhirnya aku urungkan niatku untuk ke Sulawesi Tenggara. Selanjutnya aku coba beralih ke NTB, karena peluang disana juga cukup besar menurut ku, ku diskusikan dengan orang tua, namun orang tua tidak mengizinkan, terlalu jauh katanya.

    Sampai suatu ketika, ku temukan provinsi Sulawesi Barat yang juga membutuhkan guru komputer, tak ada pilihan lain selain menjadi guru karena gelar ijazah ku hanya bertitle S.Pd. Di Sulbar, ada dua guru mata pelajaran yg dibutuhkan, pertama Guru TKJ dan kedua Guru Multimedia, ku telusuri teman-teman yang daftar disana, dan hampir keseluruhan nya memilih TKJ, mereka takut memilih Multimedia karena sangat beresiko dengan tidak linearnya jurusan pendidikan. Tapi aku berpikiran lain, aku tidak ingin bersaing dengan mereka, sehingga ku ambil resiko yang ada dan ku putuskanlah untuk memilih Multimedia. "Toh kalo bukan rezeki yaa mau diapa", pikirku begitu.

    Selanjutnya adalah pilihan lokasi penempatan, ada 4 sekolah yang membutuhkan Guru Multimedia,; SMK Alu, SMK Labuang, SMK Bulo, dan SMK Karossa. Awalnya aku bingung memilih sekolah mana yang akan ku tempati, karena aku berharap ingin mengabdi di Mamuju, hanya daerah Mamuju yang ku tahu dan pernah ku kunjungi di Sulbar, saat 2018 lalu, Tapi dari pilihan sekolah tersebut yang ada, tidak ada yang berada di Mamuju, hanya SMK Karossa yang ada kata Mamuju nya, lebih tepatnya Mamuju Tengah. Sedang sekolah lainnya berada di Polman dan Majene. Atas dasar kata Mamuju itu, ku pilihlah SMK Karossa sebagai tempat pengabdian ku, tempat masa depan ku jika aku lolos.

    Aku Percaya Takdir, aku lolos pada pengumuman administrasi beserta 4 orang lainnya yang akan menjadi saingan ku. Yaa aku memiliki 4 orang saingan disekolah tersebut,. Sehingga akupun mulai belajar, meskipun tidak semaksimal teman-teman lainnya, karena saat itu, aku mendapat tawaran pekerjaan ketika tiga pekan menjelang Ujian Pertama, Test Kompetisi Dasar. Sempat suatu ketika ku urungkan niat ku untuk mengikuti ujian CPNS, karena aku khawatir tidak akan lolos, toh belajar ku tidak semaksimal orang2 yang bersungguh-sungguh dan sekarang aku sudah ada pekerjaan. Namun orang tua ku mendesak untuk tetap ikut, sehingga mau tidak mau, aku melanjutkan proses seleksi tersebut.

    Waktu berlalu hingga menjelang beberapa pekan ujian akan dimulai, suatu ketika aku teringat dengan mu, aku mencari kontak Facebook mu dan untuk pertama kalinya aku mengucapkan salam di kolom percakapan mu, karena aku berharap bisa bertemu dengan mu lagi di Mamuju ketika aku kesana. Suatu kebahagiaan ketika kamu menjawab salam dari ku., Saat itu aku meminta kontak Ketua Cabang IMM Mamuju, Mursalim kepada mu, guna untuk memulai pembahasan hangat denganmu, dan berlanjut ketika ku bertanya tentang karossa tempat ku mendaftar CPNS, dan kamu menjawab bahwa kamu adalah orang Karossa. Ahhh sungguh, apakah takdir sedang memainkan peranannya kepadaku,.

  Hingga kemudian, dari peristiwa itu, aku sering buat kemungkinan-kemungkinan perihal mu, termasuk benarkah Takdir membawa ku padamu,?. Apakah ini jalan untuk ku bisa bersama mu?,.

-----------------##-----------------

     Aku percaya takdir, aku berangkat ke Mamuju 1 hari sebelum ujian pertama dilaksanakan, Ahad pagi bus yang ku tumpangi sudah masuk gerbang Mamuju, saat itu hp ku berdering, sebuah panggilan dari senior yang sangat ku hormati, Kakanda Lukman Umar namanya., Menanyakan lokasi ku dan memberikan perintah untuk ke rumahnya sesampainya di terminal mamuju. Ku bertanya dalam hati, darimana dia tahu aku ke Mamuju?,. Innallaaha maa'ana, sungguh Allah bersama ku, yang memberikan kemudahan bagiku, dalam tiap urusan ku. 

    Sehari aku menginap di rumah nya, esok pun aku berangkat untuk mengikuti ujian CPNS pertama ku, dengan di fasilitasi sepeda motor oleh senior ku tersebut. Setiba di lokasi tes ternyata ada persyaratan untuk memperlihatkan ijazah untuk masuk dalam ujian, sedang saat itu aku tidak membawanya, teringgal di Parepare. Aku sedikit cemas dan khawatir karena ujian akan dilaksanakan 2 jam lagi. Saat itu pagi hari, pukul delapan lewat, aku pun menenangkan diri dengan pergi ke mesjid menunaikan Dhuha sembari meminta petunjuk Nya, aku berdoa dengan khusuk, doa yang sangat aku ingat jelas di sujud terakhir ku, "Yaa Allah jika memang menjadi guru di SMK Karossa merupakan takdir yang Engkau tetapkan, aku memohon mudahkan aku dalam tiap urusan ku, dan jika Indah Putri juga merupakan Takdir yang engkau gariskan, Lancarkan lah aku untuk bersamanya ketika aku lolos menjadi CPNS di daerah nya.".

    Takdir memang lucu, karenanya segala kemungkinan-kemungkinan bisa terjadi., Aku menghadap kepada panitia pelaksana bahwa aku lupa membawa ijazah, hanya scan ijazah yang bisa ku perlihatkan, Alhamdulillah mereka berkenan dan mempersilahkan ku untuk masuk kedalam ruang ujian, dan saat itu tak hentinya bibir ku berdzikir memuji Nya dan berdoa akan kelancaran ujian. Alhamdulillah, mendapatkan skor 370 point dan menjadi skor tertinggi diantara pendaftar Guru Multimedia. Aku bersyukur akan hal itu, selanjutnya ku perhatikan lagi seluruh skor ke 4 sainganku di SMK Karossa, tidak ada yang mencapai Passing Grade, semua nya tidak ada yang lolos, sehingga tersisa aku sendiri menjadi peserta Tunggal dalam ujian selanjutnya.

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar., "Selamat", ucap senior ku padaku, aku 90% akan lolos CPNS karena menjadi peserta tunggal yang secara otomatis sudah tidak memiliki saingan.

    Malam harinya, ku berpamitan pada senior ku untuk pulang, juga kepadamu. Sangat singkat aku berada di Mamuju hingga ku tinggalkan daerah ini lagi tanpa bertemu dengan mu. Padahal ingin rasanya aku mengabari mu saat itu untuk bersilaturahim tapi aku khawatir., selain itu, aku juga beberapa kali mengumpan status di wa, berharap kamu mengomentari nya, namun kamu hanya melihatnya, mungkin kamu sibuk pikirku,. Aku tak ingin mengganggu mu karena aku tahu, aku juga belum sepenuhnya 100% lolos, biarlah cerita ini ku simpan dulu dalam memori ku, kelak akan ku sampaikan padamu, ketika aku sudah berada di Karossa.

-----------------##-----------------

Takdir memang lucu, mempermainkan hidup dan cinta sekehendak Nya. 

    Ku rencanakan April 2020 aku ingin menemui mu, saat aku kembali untuk ujian tahap kedua, SKB namanya. Namun takdir berkata lain, Corona melanda Indonesia, seluruh kegiatan ditunda, termasuk pelaksanaan seleksi CPNS. Berbulan-bulan lamanya menunggu kepastian Ujian, namun tak juga pasti, Corona semakin aktif. Rencana ku untuk bertemu dengan mu pun di tahun itu ku urungkan, hanya kode-kode yang ku berikan melalui status dan komentar2 ku terhadap status mu, dengan harapan kamu paham akan niat baik ku kepadamu, untuk bersama mu.

    Lama ku menunggu informasi ujian CPNS yang belum juga jelas, aku pun melanjutkan usaha ku, tapi sama seperti dulu aku belum mendapatkan konsumen yang memesan produk yang ku tawarkan,. Hingga suatu ketika,.. Cringg bgitu nada dering pesan IG yg masuk, menanyakan tentang produk yang ku tawarkan, tepatnya 1 Agustus 2020 Konsumen Pertama ku dari orang yang tak pernah aku duga, seorang yang ku harap dapat bertemu dengannya., Kamu yang menjadi harapan ku untuk bersama, memesan sebuah plakat untuk kakak mu yang juga telah selesai dari amanah akademik nya. Sebuah pesanan plakat dari mu seakan memberikan ku semangat lagi dalam melanjutkan passion ku. Rasa bahagia bercampur pengharapan, hanya ku laporkan lewat doa, "semoga takdir membawa kita bersama".

-----------------##-----------------

    Benarkah Takdir membawa ku padamu,. Saat ini, aku sudah 100% lolos CPNS dan sudah sebulan berada di Karossa. Akupun sudah melihat rumah mu, tahu alamat mu. Bukti keseriusan ku padamu. 

    Aku tahu, mungkin aku seorang pecundang yang tidak dapat mengungkapkan rasa secara langsung kepadamu, karena menurut ku patang rasanya mengumbar rasa dengan mudah kepada perempuan apalagi seorang IMMawati. Awalnya aku berpikiran untuk menyampaikan ini ketika kita bertemu, ketika aku bersilaturahim ke rumah mu. Namun lagi-lagi aku khawatir akan kekecewaan, semoga dengan cerita ku ini, kamu paham maksudku.

    Aku tahu, kita belum pernah bertemu langsung sejak 3 tahun terakhir,. Hanya pertemuan singkat saat evaluasi Pos IV saat kamu DAM dulu. Aku tak dapat melupakan peristiwa itu saat ku memandang mu pertama kalinya. Aku jatuh cinta kepadamu, namun saat itu, perasaan itu ku tepiskan karena ku anggap itu mustahil.

    Sungguh aku hanya mengikuti alur Nya, mengikuti skenario Nya, tentang takdir ku dimasa depan dan Jodoh yang di tetapkan Nya. Benarkah Takdir membawa ku padamu ???, Kamu yang tahu,.

    Jika memang kamu tidak keberatan, aku ingin mengajak mu Ta'aruf, mengenal mu lebih dekat, mengenal Keluarga mu, dan mengenal daerah mu. Jika memang jodoh, kita akan satu paham

Benarkah Takdir membawa ku padamu?,. Jika benar, Maukah kamu Ta'aruf dengan ku?/.


#April 2021.




0 comments:

Post a Comment